“Rudi,” bisiknya, “aku selalu memperhatikan kamu. Kamu tampak selalu fokus, tapi ada bagian dirimu yang masih tersembunyi.”
Saat taksi berhenti di depan restoran sushi, lampu neon berkilau menambah sensasi malam yang hangat. Kami masuk, memilih tempat duduk di pojok yang agak sepi, dengan pemandangan dapur terbuka. Chef menyiapkan sashimi segar di depan kami, menorehkan aroma ikan mentah yang menggiurkan. “Rudi,” bisiknya, “aku selalu memperhatikan kamu
Aku tersenyum, menatap matanya yang bersinar. “Kamu mengajarkanku cara menikmati momen, bukan hanya memecahkannya menjadi angka-angka.” “Rudi,” bisiknya, “aku selalu memperhatikan kamu
Mashiro menggelengkan kepalanya, seolah menegaskan setiap kata yang belum terucapkan. “Aku tidak mengharapkan apa-apa selain kebahagiaanmu, Rudi. Kita bisa melanjutkan ini kapan pun kamu siap.” “Rudi,” bisiknya, “aku selalu memperhatikan kamu